Senin, 06 Agustus 2012

Belajar kehidupan di Oz (part-1)


Akhir bulan Februari 2012 lalu,….

Saya tiba di Australia. Sebuah negara yang ternyata sangat berbeda dengan bayangan saya. Saya kira ini negara yang kebarat-baratan dan Liar. Ternyata ini negara yang Sangat Amat Baik dan punya nilai Prinsip Mulia. Sangat Menghargai Privacy Oranglain dan benar-benar penuh dengan Tenggang Rasa. Saya sebut ini Negara Pancasilais. Lebih ekstrimnya, saya pernah bilang ini negara lebih islami ketimbang negara saya sendiri.

Bukan saya tidak nasionalis, saya justru saking nasionalisnya sampai begitu kritis membandingkan negara sehebat Australia dengan negara saya dan berjanji pada diri sendiri untuk menciptakan yang lebih baik di negara saya. Jujur, semua pelajaran di Australia adalah bekal berkarya yang lebih untuk semakin ingin lekas pulang membangun negeri Indonesia. Cita-cita soal tenggangrasa yang disebut-sebut dalam pelajaran PPKN ternyata benar2 diterapkan di negara yang justru bebas ini. Kaget sungguh. Toleransi beragama dan perbedaan RAS serta warna kulit yang mencolok benar-benar sangat dihargai. Saya merasa seperti di surga. Bisa hidup dengan bebas tanpa takut komentar oranglain atau sibuk dengan pencitraan ala Indonesia. Saya merasa bisa menjadi diri saya sendiri di sini.

Ramah tapi tidak sok ramah. Cuek dengan urusan oranglain, tapi sangat peka bila ada oranglain yang membutuhkan. Ada sapaan yang selalu terucap bila saling jumpa atau berpandangan. Kenal atau tidak, harus saling sapa. Wew,.. Luar biasa. Islami sekali tingkah orang-orang di negara ini. Kejutan!

Benar-benar suatu hal baru yang membuatku merasa “ada di dunia yang lain”. Ini di bumi kah?HAHAHAHA
Kejutan tidak hanya disana, seperti niat awal berangkat saya ke Australia, saya memang mengincar informasi tentang koperasi di Australia. Cinta saya pada koperasi adalah bukti cinta saya pada nilai-nilai agama dan naluri yang ada di hati ini. Sebagai seorang manusia yang harus berperan manfaat dalam kehidupan. ^_^

Hari kedua tiba di Perth, saya minta diantar ke Koperasi mahasiswa yang ada di kampus suami saya studi PHD. Lokasinya tidak jauh dari rumah tempat kami tinggal. Ketika sampai di depan salah satu toko usaha Kopma tersebut, tiba-tiba suami saya meletakkan tas nya yang berisi laptop di luar toko. Seperti mahasiswa-mahasiswa yang lain di sore itu. Haaaa? Tentu saja saya menolak meletakkan tas saya karena ada laptopnya. Saya tidak mau masuk kalau tas laptop saya ditaruh di luar. Maklum, di Indonesia tentu hilang kalau tas diletakkan sembarang diluar dan ditinggal ke dalam toko. Gila saja. Saya menunggu di luar sambil menanti suami saya yang sedang membeli peralatan menulis di toko buku milik kopma itu. Saya hanya berdiri di luarnya. Mengamati semua orang disana.
Konyol! Baru kali ini saya melihat orang tidak takut kecurian!
Hmmmh,… Saya diam di depan toko menjaga tas suami saya agar tidak diambil orang. Tapi,….. Tapi,…. Rasa penasaran tentang Koperasi mahasiswa di universitas tersebut semakin besar.!!!

Nekat deh,… Saya pun mencoba untuk melakukan hal yang sama dengan semua pelanggan toko tersebut yaitu masuk ke toko buku itu dengan meletakkan barang/tas saya di luar toko. Hmmmh,… Percaya saja pada Allah. Itu kata saya di dalam hati untuk meyakinkan tentang keamanan barang-barang saya. (Tentu sambil komat kamit berdoa dan mengawasinya dari jauh). hehehe

Akhirnya saya masuk ke toko buku The Co-op UWA tersebut. Keren. Ramah. Fasilitas harga untuk anggota koperasi benar-benar dibedakan dan semua tampak aman serta professional. KEREN. Memang akan sangat teruntungkan kalau menjadi anggota koperasi ini karena memang ada dua harga yang berbeda. Harga murah tentu untuk anggota. Itulah mengapa, koperasi ini begitu ramai dengan pengunjung. Benar-benar penerapan nilai koperasi. ^_^Puas deh nglihatnyaaaa,….

 (Photo The Co-op yang saya ceritakan di atas)

Sambil mengamati tata kelola toko buku tersebut, mata saya selalu melirik kea rah pintu masuk. (tempat saya meletakkan tas saya), karena saya harus menjaga tas dan barang bawaan saya meski dari jarak jauh. Hahaha Efek mendalam karena masih trauma dengan Indonesia yang banyak penjahat. Hehehe

Oke,… Setelah urusan di koperasi selesai, saya dan suami pun keluar dari kopma tapi melalui pintu keluar.  Ah,…Ternyata kami harus keluar melalui pintu keluar. Artinya, saya tidak bisa mengawasi keamanan tas saya. Benar saja, pintu keluar ada di lorong yang berbeda dan jauh dengan pintu masuk. Begitu keluar dari pintu keluar toko, saya pun segera berlari menuju tempat tas saya dan tas milik suami saya yang tergeletak di pintu masuk. Alhamdulillah,… Utuh dan aman. Hahaha suami saya tertawa dari jauh melihat kekhawatiran tingkat tinggi saya itu.

Ini khawatir udah tingkat langit!!! Hahahaha

Untungnya  Tuhan Maha Tinggi,… Memberi keamanan melebihi kekhawatiran yang saya bangun. Hihihihi


Agenda keliling kampus berlanjut sampai dengan di tepi pantai (tepatnya river) hehe

Tepi sungai yang lebih mirip tepi pantai. Tempat suami saya mengajak saya berjalan pagi di hari pertama saya di sini. Luar biasa,…. Pohon-pohon yang besar, taman yang luas, hewan-hewan seperti angsa hitam, burung camar, burung gagak, beragama jenis burung cantik-canti ada disana. Anjing-anjing yang pintar dan patuh pada majikannya pun seolah riang menikmati tempat ini. Anak-anak sangat dihargai kebebasan mereka berfikir dan kreatif dalam belajar dan bermain di tiap sudut fasilitas umum disini.  Tak ada bentakan pada anak kecil.
Benar-benar fasilitas umum yang sangat keren dengan nilai sosial yang juga keren.!!! Islami banget. :p
 (Gambar menunjukkan anak-anak bisa bermain bebas dengan fasilitas umum yang bagus &  gratis)


Hari itu saya menyimpulkan sesuatu:
1.       Ini di Oz, bukan Indonesia! Dont be afraid!!! ^_^

2.       Ini negara aman dengan hukum yang tegas dan kamera pengintai ada di mana2. Saya tidak perlu khawatir karena saya ada di daerah yang aman untuk hidup dan mengembangkan diri.

3.       Ini negara yang tertib, tidak ada yang menginjak atau diinjak. Semua berkembang sesuai dengan apa yang mereka inginkan, asal tidak mengganggu atau merugikan oranglain.

4.       Kedamaian ternyata ada di keseimbangan alam dan keselarasan social dalam kehidupan.
 


(Itu di atas adalah photo saya diantara pepohonan yang rindang dan terawat, tempat duduk yang merupakan sumbangan dari masyarakat, tepi Swan River yang sangat dijaga pemerintah dan seluruh warganya. Bersih dan dibuat seolah alami. Tepi sungai yang tampak seperti tepi pantai.)


Mulai bersyair hati ini memuji indah kesempatan berada di sini.
Sapa alam serasa bersahut-sahutan memuja Kekuasaan Illahi....
Pohon-pohon yang besar, hijau dan rimbun,
Riuh kicau beragam burung yang terbang bebas dengan berjuta warna cantik.
Udara yang segar dengan angin yang sejuk sepoinya.
Taman-taman hijau yang gratis bisa dinikmati semua orang disini.
Kebebasan beragam jenis binatang yang bebas bermain-main disana sini,
terasa  benar riang smua makhlukNYA memuji Asma Sang Penguasa Hidup.
Sungguh, mereka seolah membisikkan pesan,
atas keindahan dan kearifan di tempat ini.

Tingkah polah anak-anak dengan akrabnya,
Sungai-sungai dengan fasilitasnya yang dijaga bersama bersihnya,
terasa benar cinta mereka pada ke-alami-an.
Sungguh inilah konsekwensi dari keseimbangan….

Semua yang ada ini,…. Membisikkan pesan mendalam.
Pesan tentang keindahan,
yang seharusnya juga bisa dirasakan semua manusia di dunia.

Kalahkan kerakusan,
tahan ke-Egoisan,
berdaya bersama,
saling hormati urusan oranglain,
serta peduli dengan alam dan lingkungan.


Ini negeri yang saya mimpikan.
Inilah negeri yang ingin saya mintakan pada Tuhan,
agar tercipta untuk semua orang di dunia.
Semua orang dan semua makhluk.
Mereka yang kaya maupun miskin.
Makhluk-makhluk yang Tuhan percayakan hidup di bumi ini.
Saya berharap keseimbangan tercipta dan semua bahagia dalam memuji Asma-NYA.


Smoga bisa!!!
Smangat berjuang!!!
^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar