Akhir bulan Februari 2012 lalu,….
Saya tiba di Australia. Sebuah negara yang ternyata sangat
berbeda dengan bayangan saya. Saya kira ini negara yang kebarat-baratan dan Liar. Ternyata ini negara yang Sangat Amat Baik dan punya
nilai Prinsip Mulia. Sangat Menghargai Privacy Oranglain dan benar-benar penuh
dengan Tenggang Rasa. Saya sebut ini Negara Pancasilais. Lebih ekstrimnya, saya
pernah bilang ini negara lebih islami ketimbang negara saya sendiri.
Bukan saya tidak nasionalis, saya justru saking
nasionalisnya sampai begitu kritis membandingkan negara sehebat Australia
dengan negara saya dan berjanji pada diri sendiri untuk menciptakan yang lebih
baik di negara saya. Jujur, semua pelajaran di Australia adalah bekal berkarya
yang lebih untuk semakin ingin lekas pulang membangun negeri Indonesia.
Cita-cita soal tenggangrasa yang disebut-sebut dalam pelajaran PPKN ternyata
benar2 diterapkan di negara yang justru bebas ini. Kaget sungguh. Toleransi
beragama dan perbedaan RAS serta warna kulit yang mencolok benar-benar sangat
dihargai. Saya merasa seperti di surga. Bisa hidup dengan bebas tanpa takut
komentar oranglain atau sibuk dengan pencitraan ala Indonesia. Saya merasa bisa
menjadi diri saya sendiri di sini.
Ramah tapi tidak sok ramah. Cuek dengan urusan oranglain,
tapi sangat peka bila ada oranglain yang membutuhkan. Ada sapaan yang selalu
terucap bila saling jumpa atau berpandangan. Kenal atau tidak, harus saling
sapa. Wew,.. Luar biasa. Islami sekali tingkah orang-orang di negara ini.
Kejutan!
Benar-benar suatu hal baru yang membuatku merasa “ada di
dunia yang lain”. Ini di bumi kah?HAHAHAHA
Kejutan tidak hanya disana, seperti niat awal berangkat saya
ke Australia, saya memang mengincar informasi tentang koperasi di Australia.
Cinta saya pada koperasi adalah bukti cinta saya pada nilai-nilai agama dan
naluri yang ada di hati ini. Sebagai seorang manusia yang harus berperan
manfaat dalam kehidupan. ^_^
Hari kedua tiba di Perth, saya minta diantar ke Koperasi
mahasiswa yang ada di kampus suami saya studi PHD. Lokasinya tidak jauh dari
rumah tempat kami tinggal. Ketika sampai di depan salah satu toko usaha Kopma
tersebut, tiba-tiba suami saya meletakkan tas nya yang berisi laptop di luar
toko. Seperti mahasiswa-mahasiswa yang lain di sore itu. Haaaa? Tentu saja saya
menolak meletakkan tas saya karena ada laptopnya. Saya tidak mau masuk kalau
tas laptop saya ditaruh di luar. Maklum, di Indonesia tentu hilang kalau tas
diletakkan sembarang diluar dan ditinggal ke dalam toko. Gila saja. Saya
menunggu di luar sambil menanti suami saya yang sedang membeli peralatan
menulis di toko buku milik kopma itu. Saya hanya berdiri di luarnya. Mengamati
semua orang disana.
Konyol! Baru kali ini saya melihat orang tidak takut
kecurian!Hmmmh,… Saya diam di depan toko menjaga tas suami saya agar tidak diambil orang. Tapi,….. Tapi,…. Rasa penasaran tentang Koperasi mahasiswa di universitas tersebut semakin besar.!!!
Nekat deh,… Saya pun mencoba untuk melakukan hal yang sama
dengan semua pelanggan toko tersebut yaitu masuk ke toko buku itu dengan
meletakkan barang/tas saya di luar toko. Hmmmh,… Percaya saja pada Allah. Itu
kata saya di dalam hati untuk meyakinkan tentang keamanan barang-barang saya. (Tentu
sambil komat kamit berdoa dan mengawasinya dari jauh). hehehe
Akhirnya saya masuk ke toko buku The Co-op UWA tersebut.
Keren. Ramah. Fasilitas harga untuk anggota koperasi benar-benar dibedakan dan
semua tampak aman serta professional. KEREN. Memang akan sangat teruntungkan
kalau menjadi anggota koperasi ini karena memang ada dua harga yang berbeda.
Harga murah tentu untuk anggota. Itulah mengapa, koperasi ini begitu ramai
dengan pengunjung. Benar-benar penerapan nilai koperasi. ^_^Puas deh
nglihatnyaaaa,….
Sambil mengamati tata kelola toko buku tersebut, mata saya
selalu melirik kea rah pintu masuk. (tempat saya meletakkan tas saya), karena
saya harus menjaga tas dan barang bawaan saya meski dari jarak jauh. Hahaha Efek
mendalam karena masih trauma dengan Indonesia yang banyak penjahat. Hehehe
Oke,… Setelah urusan di koperasi selesai, saya dan suami pun
keluar dari kopma tapi melalui pintu keluar. Ah,…Ternyata kami harus keluar melalui pintu
keluar. Artinya, saya tidak bisa mengawasi keamanan tas saya. Benar saja, pintu
keluar ada di lorong yang berbeda dan jauh dengan pintu masuk. Begitu keluar
dari pintu keluar toko, saya pun segera berlari menuju tempat tas saya dan tas
milik suami saya yang tergeletak di pintu masuk. Alhamdulillah,… Utuh dan aman.
Hahaha suami saya tertawa dari jauh melihat kekhawatiran tingkat tinggi saya
itu.
Ini khawatir udah tingkat langit!!! Hahahaha
Untungnya Tuhan Maha
Tinggi,… Memberi keamanan melebihi kekhawatiran yang saya bangun. Hihihihi
Agenda keliling kampus berlanjut sampai dengan di tepi
pantai (tepatnya river) hehe
Tepi sungai yang lebih mirip tepi pantai. Tempat suami saya
mengajak saya berjalan pagi di hari pertama saya di sini. Luar biasa,….
Pohon-pohon yang besar, taman yang luas, hewan-hewan seperti angsa hitam,
burung camar, burung gagak, beragama jenis burung cantik-canti ada disana.
Anjing-anjing yang pintar dan patuh pada majikannya pun seolah riang menikmati
tempat ini. Anak-anak sangat dihargai kebebasan mereka berfikir dan kreatif dalam belajar dan bermain di tiap sudut fasilitas umum disini. Tak ada bentakan pada anak kecil.
Benar-benar fasilitas umum yang sangat keren dengan nilai sosial yang juga keren.!!! Islami
banget. :p
Hari itu saya menyimpulkan sesuatu:
1.
Ini di Oz, bukan Indonesia! Dont be afraid!!!
^_^
2.
Ini negara aman dengan hukum yang tegas dan
kamera pengintai ada di mana2. Saya tidak perlu khawatir karena saya ada di
daerah yang aman untuk hidup dan mengembangkan diri.
3.
Ini negara yang tertib, tidak ada yang menginjak
atau diinjak. Semua berkembang sesuai dengan apa yang mereka inginkan, asal
tidak mengganggu atau merugikan oranglain.
4.
Kedamaian ternyata ada di keseimbangan alam dan
keselarasan social dalam kehidupan.
(Itu di atas adalah photo saya diantara pepohonan yang rindang dan terawat, tempat duduk yang merupakan sumbangan dari masyarakat, tepi Swan River yang sangat dijaga pemerintah dan seluruh warganya. Bersih dan dibuat seolah alami. Tepi sungai yang tampak seperti tepi pantai.)
Mulai bersyair hati ini memuji indah kesempatan berada di sini.
Sapa alam serasa bersahut-sahutan memuja Kekuasaan Illahi....
Pohon-pohon yang besar, hijau dan rimbun,
Riuh kicau beragam burung yang terbang bebas dengan berjuta
warna cantik.
Udara yang segar dengan angin yang sejuk sepoinya.
Taman-taman hijau yang gratis bisa dinikmati semua orang
disini.
Kebebasan beragam jenis binatang yang bebas bermain-main
disana sini,
terasa benar riang smua makhlukNYA memuji Asma Sang Penguasa Hidup.
Sungguh, mereka seolah membisikkan pesan,
atas keindahan dan kearifan di
tempat ini.
Tingkah polah anak-anak dengan akrabnya,
Sungai-sungai dengan fasilitasnya yang dijaga bersama
bersihnya,
terasa benar cinta mereka pada ke-alami-an.
Sungguh inilah konsekwensi dari keseimbangan….
Semua yang ada ini,…. Membisikkan pesan mendalam.
Pesan tentang keindahan,
yang seharusnya juga bisa dirasakan semua manusia di dunia.
Kalahkan kerakusan,
tahan ke-Egoisan,
berdaya bersama,
saling hormati urusan oranglain,
serta peduli dengan alam dan lingkungan.
Ini negeri yang saya mimpikan.
Inilah negeri yang ingin saya mintakan pada Tuhan,
agar tercipta untuk semua orang di
dunia.
Semua orang dan semua makhluk.
Mereka yang kaya maupun miskin.
Makhluk-makhluk yang Tuhan percayakan hidup di bumi ini.
Saya berharap keseimbangan tercipta dan semua bahagia dalam memuji Asma-NYA.
Smoga bisa!!!
Smangat berjuang!!!
^_^



Tidak ada komentar:
Posting Komentar