Awalnya penasaran, kenapa kelas Bunda Sayang didahulukan sebelum kelas bunda cekatan. Sy yg merasa blm cekatan dlm mengelola rumah tangga terkait hal teknis jd bertanya-tanya. Tak lama berselang, jawaban pun terhadirkan. Materi pertama Kelas BundaSayang menjawab pikiran itu. Komunikasi produktif, ternyata jadi hal utama sebelum tahap2 lain ditata dan dibiasakan.
10hari komunikasi produktif, menjadikan diri bisa bicara pada diri sendiri dengan cara yg efisien, efektif, positif dan membawa pengaruh yg sangat besar utk optimis dan rileks menjalani peran, keseharian dan menghadapi tantangan-tantangan seru dari Allah. TazkiyatunNafs sangat butuh didampingi dengan komunikasi yg produktif dengan diri. Alhamdulillah dapat bekal keren bin mantap.
Ngobrol dengan pasangan yang dianggap biasa dan bisa kapan saja, ternyata harus direparasi kebiasaan kami itu dengan dikelola waktu dan cara yang tepat. Forum keluarga kami cari yang memungkinkan kami bisa produktif bicara dengan kondisi yg segar, cerah pikiran dan waktu yg tak terburu.
Latar belakang dan smua yang menempa selama ini tiap diri kami, diarahkan utk saling dibicarakan dalam forum keluarga hingga kami pun bisa makin saling bersyukur dengan kebersamaan kami yg berbeda namun ternyata saling menyeimbangkan MasyaAllah. Hal2 yg menurut masing2 kami penting pun jg harus disampaikan, harus tau kapan harus diam dan kapan harus bicara. Meskipun selama ini kami banyak saling blak2an, seru dan sangat terbuka wktu ngobrol, ternyata memahami wktu yg tepat dan cara yang efektif menjadi penting agar dialog lancar dan gagasan tersampaikan sempurna.
Komunikasi produktif dengan anak adalah poin sangat menantang untuk saya dan ayahnya anak-anak. Makin ditulis proses perubahan yang sudah dijalani, rasa percaya diri menjadi ibu pun menjadi lebih tinggi. Mengetahui jejak proses bagaimana slama ini bicara dengan anak jg penting utk bekal proses perbaikan. Tantangan membersamai kakak homeschooling dan adek bayi tanpa nappy mensyaratkan komunikasi yg produktif. Perlahan tapi pasti, dengan arah dan cara yang telah disharingkan di kelas bunda sayang, menemani proses2 seru perjalanan belajar mereka sang titipan Illahi itu jadi lebih rileks ketika kurang tepat dan menjadi sangat optimis karena tau dimana yg hrs diperbaiki dan bagaimana memperbaikinya.
Benar-benar beda rasanya, ketika bisa fokus pada apresiasi pencapaian diri dan motivasi terus mencoba teori dari materi komunikasi produktif, makin mantap bahwa kegagalan2 yg ada adalah objek seru yang patut ditakhlukkan dengan beragam insting dan kreativitas. :)
Alhamdulillah,....
Terus berproses dengan Bunda Sayang.
Surabaya, 18 February 2017
Alhamdulillah, Allah Maha baik karuniakan kesempatan berproses di kelas bunda sayang dengan materi sangat penting ini. Alhamdulillah, pikiran diri yg positif, dialog dengan pasangan berjalan efektif dan berkomunikasi dengan anak tepat bisa empati dan solutif.
Nikmat mana lagi yang hamba dustakan. :')
Tetap semangat dengan checklist target perubahan!!
Bismillah.
#bundasayang
#komunikasiproduktif
#iip
Jumat, 17 Februari 2017
Senin, 19 September 2016
Bismillah
Mulai kembali mengisi blog ini. Niatnya agar jd portofolio pribadi dan reminder diri sendiri. Kalau ada yg baca lalu terinspirasi ya Alhamdulillah, kalau ada yg merasa mendpt hikmah atau pelajaran ya tetap Alhamdulillah.
Welcome back bunda Musa :)
Mulai kembali mengisi blog ini. Niatnya agar jd portofolio pribadi dan reminder diri sendiri. Kalau ada yg baca lalu terinspirasi ya Alhamdulillah, kalau ada yg merasa mendpt hikmah atau pelajaran ya tetap Alhamdulillah.
Welcome back bunda Musa :)
Jumat, 21 Juni 2013
Curhat Hati (Edisi Khusus)
22 Juni 2013
Entah sudah berapa lama kita menikah.
Perjalanan yang indah dengan cinta dan kedewasaan.
Masih perlu kita terus kuat bergenggam.
Kualitas waktu dan diri yang lebih baik, walau kadang mengisinya dengan bersantai.
Bersantai,... Apakah kita terlalu santai sayang?
Kurang kah kita lari dengan kencang?
Kurang kah kita berserius dalam beraktivitas?
Haruskah kita lebih keras bersiap untuk produktivitas?
Oh suamiku,... cintaku,... Aku ingat beberapa nasehat.
Kata Pak Mario, jangan buang-buang waktu muda untuk hal sia-sia.
Kata Pak Ustad, jangan sia-siakan waktu senggang dengan hal tak berguna.
Kata mentor pengusaha, habiskan jatah gagalmu di masa muda.
Kata siapapun, kesimpulannya memang harus memanfaatkan waktu dengan maksimal.
Love you Suamiku,... Moga kita semakin pandai mengisi waktu dan memaksimalkan potensi kita dalam kesempatan yang ada.
Nikmat syukur adalah kebahagiaan sejati, sungguh sempurna nikmatMu ya Allah....
Trimakasih.
Alhamdulillah,....Segala Puji Hnya untukMu Ya Allah...
Tiba-tiba ingin menulis sesuatu yang mendalam.
Surat cinta untuk yang sangat memperhatikan kita berdua.
:)
Ini kukirim lewat hati dan tatapan mata. Moga terbaca.
.........................
Rindu Allah, mungkin itu judulnya.
Tak pernah bisa temukan kalimat yang paling bisa menggambarkan.
........................
Logika berjalan,hati penuh kepekaan.
Keduanya harus saling menyeimbangkan.
Keduanya bertemu dalam sujud yang mendalam.
Kedua tangan, kedua kaki, pikiran dalam kepala, dan semua yang telah bersih terbasuh pada permulaan tadi bersama sujud dengan takjub.
Kerendahan hati, konsentrasi tinggi, kebesaran jiwa dan kelemahan raga, berkumpul menghadap hatur pada Yang Maha Mengatur.
Semua bergerak hanya karena perintah. Ketaatan datang sebagai karunia.
CintaNya yang membuat smua ada dan berlaku adanya.
Oh rindu ini, hilang kata.
Seolah tak ada bahasa yang sempurna untuk berkata.
Oh Tuhan Yang Maha Cinta
Sudilah menarik hamba dari dunia, agar rindu ini tak patah dari arah.
Oh Tuhan Yang Maha indah, hina harap ini moga Engkau perindah.
..........
Love You ya Allah
Moga kalimat itu tak membuat Engkau marah.
Sungguh, Engkau Maha Cinta Yang Mutlak Indah.
Entah sudah berapa lama kita menikah.
Perjalanan yang indah dengan cinta dan kedewasaan.
Masih perlu kita terus kuat bergenggam.
Kualitas waktu dan diri yang lebih baik, walau kadang mengisinya dengan bersantai.
Bersantai,... Apakah kita terlalu santai sayang?
Kurang kah kita lari dengan kencang?
Kurang kah kita berserius dalam beraktivitas?
Haruskah kita lebih keras bersiap untuk produktivitas?
Oh suamiku,... cintaku,... Aku ingat beberapa nasehat.
Kata Pak Mario, jangan buang-buang waktu muda untuk hal sia-sia.
Kata Pak Ustad, jangan sia-siakan waktu senggang dengan hal tak berguna.
Kata mentor pengusaha, habiskan jatah gagalmu di masa muda.
Kata siapapun, kesimpulannya memang harus memanfaatkan waktu dengan maksimal.
Love you Suamiku,... Moga kita semakin pandai mengisi waktu dan memaksimalkan potensi kita dalam kesempatan yang ada.
Nikmat syukur adalah kebahagiaan sejati, sungguh sempurna nikmatMu ya Allah....
Trimakasih.
Alhamdulillah,....Segala Puji Hnya untukMu Ya Allah...
Tiba-tiba ingin menulis sesuatu yang mendalam.
Surat cinta untuk yang sangat memperhatikan kita berdua.
:)
Ini kukirim lewat hati dan tatapan mata. Moga terbaca.
.........................
Rindu Allah, mungkin itu judulnya.
Tak pernah bisa temukan kalimat yang paling bisa menggambarkan.
........................
Logika berjalan,hati penuh kepekaan.
Keduanya harus saling menyeimbangkan.
Keduanya bertemu dalam sujud yang mendalam.
Kedua tangan, kedua kaki, pikiran dalam kepala, dan semua yang telah bersih terbasuh pada permulaan tadi bersama sujud dengan takjub.
Kerendahan hati, konsentrasi tinggi, kebesaran jiwa dan kelemahan raga, berkumpul menghadap hatur pada Yang Maha Mengatur.
Semua bergerak hanya karena perintah. Ketaatan datang sebagai karunia.
CintaNya yang membuat smua ada dan berlaku adanya.
Oh rindu ini, hilang kata.
Seolah tak ada bahasa yang sempurna untuk berkata.
Oh Tuhan Yang Maha Cinta
Sudilah menarik hamba dari dunia, agar rindu ini tak patah dari arah.
Oh Tuhan Yang Maha indah, hina harap ini moga Engkau perindah.
..........
Love You ya Allah
Moga kalimat itu tak membuat Engkau marah.
Sungguh, Engkau Maha Cinta Yang Mutlak Indah.
Reality of an Idealist Person
Reality of an Idealist Person
Kali ini akan bicara tentang seorang idealis. Punya mimpi yang tinggi dan konsep nilai yang relative sulit untuk diwujudkan. Karakter seorang idealis dalam kalangan masyarakat umum memang tidak mudah diterima karena cara pikirnya yang menuntut ideal dan berstandart nilai sosial tertentu. Seorang dengan karakter idealis biasanya memiliki pasangan sifat keras, sinis, disiplin dan anti-toleransi. Karakter tersebut sebagai penompang dari sifatnya yang penuntut dan selalu menuntut kesempurnaan. Tuntutan bisa mereka berikan untuk diri mereka sendiri maupun pada oranglain. Terkesan angkuh, kurang bersahabat dan suka pilih-pilih adalah bagian dari sifatnya yang menonjol.
Seorang idealis sering kali mengalami masalah dalam menyampaikan visi misinya. Cara yang salah banyak dilakukan oleh kelompok orang dengan karakter ini. Bila seorang idealis telah memiliki passion dan ingin mewujudkan dream-nya, maka kepekaan sosialnya mulai pudar dan fokusnya hanya pada apa yang akan dia lakukan dalam sebuah waktu dan suatu komunitas. Seorang idealis memang harus kuat mental karena apa yang ada dalam pikirannya biasanya memang anti-mainstream alias anti dengan hal yang umum.
Tampil dengan cara yang sangat berbeda dengan lingkungannya berada, bicara dengan bahasa dan argumentasi yang berbeda serta alur sikap yang tak sama dengan semua di sekitarnya sering membuat para idealis merasa sendiri dan butuh banyak pendukung. Kemampuannya meyakinkan oranglain yang waktu demi waktu terus terlatih memang membuatnya semakin percayadiri atau makin keras dengan rinsip yang dipegangnya. Pembawaan seorang idealis sering Nampak sebagai seorang yang keras dan sulit dipengaruhi. Ini bukan suatu sikap yang mudah untuk dibawa melebur masuk dalam community.
Masalah paling besar seorang idealis adalah bila kekonsistenan, kesabaran dan kemampuan sosial yang baik kurang dimiliki seorang idealis. Ini berakibat pada miscommunication dalam menyampaikan value yang mereka miliki. Akibat lain yang mungkin muncul adalah ditolaknya mentah-mentah ide, konsep atau nilai-nilai yang mereka miliki oleh komunitas. Gambaran konsep yang besar dan “awang-awang” kemungkinan besar kurang terperinci dan unreal untuk kebanyakan masyarakat. Penolakanpun bisa beragam yang akan muncul. Mulai dari sikap antipati, mendiamkan, meninggalkan, memusuhi hingga mengkhianati.
Hidup dengan karakter idealis bukanlah hal yang tiba-tiba ada. Menjadi seorang pribadi idealis pun bukan tiba-tiba menjadi ada tanpa supporting system yang melahirkannya. Tak ada yang mudah dalam menciptakan suatu karakter apalagi karakter langka yang untuk menjadi beda dan selalu gila dengan ide dan gagasan-gagasan yang tak biasa.
Proses yang membentuk seorang idealis adalah banyaknya konsep nilai “unik” yang mereka serap dari lingkungan. Cara pikir yang diarahkan untuk memilih mengambil sudut pandang yang ideal akan mengasah pembentukan karakter idealis. Ini seringkali tampak berbeda dari standart yang kebanyakan oranglain pilih. Menuntut ideal dan banyak bicara dengan kalangan yang menuntut kesempurnaan akan membentuk karakter seorang idealis semakin tajam. Biasa hidup dengan nilai para idealism aka akan menganggap dunia lain yang tidak ideal adalah kecacatan. Justifikasi untuk menyalahkan kondisi di luar sistem yang para idealis miliki akan berpengaruh mencetak idealis berstandart tinggi yang sulit untuk masuk ke lingkungan lain dan berkompromi dengan situasi yang ada. Para idealis penting keberadaannya untuk menjaga nilai-nilai dan menghasilkan kebaikan atau mendekati kesempurnaan keadaan.
Paling bahaya adalah bila seorang idealis memiliki sifat melankolis. Sifat idealis yang melawan lingkungan tidak boleh bergandeng dengan karakter gampang down dari seorang melankolis. Sifat itu akan menjadikan kecacatan dan kegagalan dalam memperjuangkan visi misinya. Melankolis bagus bila menjadi seorang penulis naskah cerita karena mudah larut dan tersentuh. Masalah bila seorang idealis yang ingin melawan nilai dalam lingkungan tertentu ternyata memiliki karakter mellow, maka yang terjadi orang tersebut akan mudah galau, bingung hingga stress. Keberanian seorang idealis harus dimiliki. Banyak berkumpul dengan karakter idealis mungkin bisa menjadi solusi agar lebih bisa terlatih dan tercetak sifat yang paling pas dengan idealisnya. Penting untuk dilakukan seorang idealis melankolis adalah mencoba realistis dengan kondisi dan banyak belajar dalam kehidupan sosial yang kenyataannya jauh dari nilai ideal yang diharapkannya.
Tuntutan untuk sempurna harus memiliki tingkat kesempurnaan pula, ini harus dilengkapi sistem pembelajaran yang terus menerus dan evaluasi diri yang cukup. Mengambil sikap untuk peka dengan perubahan yang terjadi dan banyak belajar berkomunikasi serta berinteraksi dengan komunitas mungkin menjadi solusi yang bisa diambil bagi seorang idealis yang terlanjur patah hati dan terhanyut dengan kemelankolisannya. Keberanian untuk menatap kehidupan yang nyata dan kuat menghadapi kerasnya gesekan-gesekan yang ada hingga mental yang kuat dalam kelembuatan menyampaikan gagasan serta memiliki kepekaan sosial yang mudah untuk diterima oleh lingkungan bisa diasah sebagai keunggulan seorang melankolis yang idealis.
Belajar dari pengalaman pribadi, semoga ini bermanfaat untuk yang terlanjur memiliki naluri idealis untuk pertimbangan intropeksi atau evaluasi diri. Selamat berkompromi dengan nilai-nilai lingkungan yang ada dan meletakkan masalah dalam pikiran, bukan dalam perasaan untuk mereka yang melankolis idealis. Selamat berjuang para idealis untuk mengkomunikasikan nilai ideal dengan cara yang anggun dan menyenangkan.
21 Juni 2013
Salam Pembelajar
Onish Suhardiyanti Endi Akhsani
Kali ini akan bicara tentang seorang idealis. Punya mimpi yang tinggi dan konsep nilai yang relative sulit untuk diwujudkan. Karakter seorang idealis dalam kalangan masyarakat umum memang tidak mudah diterima karena cara pikirnya yang menuntut ideal dan berstandart nilai sosial tertentu. Seorang dengan karakter idealis biasanya memiliki pasangan sifat keras, sinis, disiplin dan anti-toleransi. Karakter tersebut sebagai penompang dari sifatnya yang penuntut dan selalu menuntut kesempurnaan. Tuntutan bisa mereka berikan untuk diri mereka sendiri maupun pada oranglain. Terkesan angkuh, kurang bersahabat dan suka pilih-pilih adalah bagian dari sifatnya yang menonjol.
Seorang idealis sering kali mengalami masalah dalam menyampaikan visi misinya. Cara yang salah banyak dilakukan oleh kelompok orang dengan karakter ini. Bila seorang idealis telah memiliki passion dan ingin mewujudkan dream-nya, maka kepekaan sosialnya mulai pudar dan fokusnya hanya pada apa yang akan dia lakukan dalam sebuah waktu dan suatu komunitas. Seorang idealis memang harus kuat mental karena apa yang ada dalam pikirannya biasanya memang anti-mainstream alias anti dengan hal yang umum.
Tampil dengan cara yang sangat berbeda dengan lingkungannya berada, bicara dengan bahasa dan argumentasi yang berbeda serta alur sikap yang tak sama dengan semua di sekitarnya sering membuat para idealis merasa sendiri dan butuh banyak pendukung. Kemampuannya meyakinkan oranglain yang waktu demi waktu terus terlatih memang membuatnya semakin percayadiri atau makin keras dengan rinsip yang dipegangnya. Pembawaan seorang idealis sering Nampak sebagai seorang yang keras dan sulit dipengaruhi. Ini bukan suatu sikap yang mudah untuk dibawa melebur masuk dalam community.
Masalah paling besar seorang idealis adalah bila kekonsistenan, kesabaran dan kemampuan sosial yang baik kurang dimiliki seorang idealis. Ini berakibat pada miscommunication dalam menyampaikan value yang mereka miliki. Akibat lain yang mungkin muncul adalah ditolaknya mentah-mentah ide, konsep atau nilai-nilai yang mereka miliki oleh komunitas. Gambaran konsep yang besar dan “awang-awang” kemungkinan besar kurang terperinci dan unreal untuk kebanyakan masyarakat. Penolakanpun bisa beragam yang akan muncul. Mulai dari sikap antipati, mendiamkan, meninggalkan, memusuhi hingga mengkhianati.
Hidup dengan karakter idealis bukanlah hal yang tiba-tiba ada. Menjadi seorang pribadi idealis pun bukan tiba-tiba menjadi ada tanpa supporting system yang melahirkannya. Tak ada yang mudah dalam menciptakan suatu karakter apalagi karakter langka yang untuk menjadi beda dan selalu gila dengan ide dan gagasan-gagasan yang tak biasa.
Proses yang membentuk seorang idealis adalah banyaknya konsep nilai “unik” yang mereka serap dari lingkungan. Cara pikir yang diarahkan untuk memilih mengambil sudut pandang yang ideal akan mengasah pembentukan karakter idealis. Ini seringkali tampak berbeda dari standart yang kebanyakan oranglain pilih. Menuntut ideal dan banyak bicara dengan kalangan yang menuntut kesempurnaan akan membentuk karakter seorang idealis semakin tajam. Biasa hidup dengan nilai para idealism aka akan menganggap dunia lain yang tidak ideal adalah kecacatan. Justifikasi untuk menyalahkan kondisi di luar sistem yang para idealis miliki akan berpengaruh mencetak idealis berstandart tinggi yang sulit untuk masuk ke lingkungan lain dan berkompromi dengan situasi yang ada. Para idealis penting keberadaannya untuk menjaga nilai-nilai dan menghasilkan kebaikan atau mendekati kesempurnaan keadaan.
Paling bahaya adalah bila seorang idealis memiliki sifat melankolis. Sifat idealis yang melawan lingkungan tidak boleh bergandeng dengan karakter gampang down dari seorang melankolis. Sifat itu akan menjadikan kecacatan dan kegagalan dalam memperjuangkan visi misinya. Melankolis bagus bila menjadi seorang penulis naskah cerita karena mudah larut dan tersentuh. Masalah bila seorang idealis yang ingin melawan nilai dalam lingkungan tertentu ternyata memiliki karakter mellow, maka yang terjadi orang tersebut akan mudah galau, bingung hingga stress. Keberanian seorang idealis harus dimiliki. Banyak berkumpul dengan karakter idealis mungkin bisa menjadi solusi agar lebih bisa terlatih dan tercetak sifat yang paling pas dengan idealisnya. Penting untuk dilakukan seorang idealis melankolis adalah mencoba realistis dengan kondisi dan banyak belajar dalam kehidupan sosial yang kenyataannya jauh dari nilai ideal yang diharapkannya.
Tuntutan untuk sempurna harus memiliki tingkat kesempurnaan pula, ini harus dilengkapi sistem pembelajaran yang terus menerus dan evaluasi diri yang cukup. Mengambil sikap untuk peka dengan perubahan yang terjadi dan banyak belajar berkomunikasi serta berinteraksi dengan komunitas mungkin menjadi solusi yang bisa diambil bagi seorang idealis yang terlanjur patah hati dan terhanyut dengan kemelankolisannya. Keberanian untuk menatap kehidupan yang nyata dan kuat menghadapi kerasnya gesekan-gesekan yang ada hingga mental yang kuat dalam kelembuatan menyampaikan gagasan serta memiliki kepekaan sosial yang mudah untuk diterima oleh lingkungan bisa diasah sebagai keunggulan seorang melankolis yang idealis.
Belajar dari pengalaman pribadi, semoga ini bermanfaat untuk yang terlanjur memiliki naluri idealis untuk pertimbangan intropeksi atau evaluasi diri. Selamat berkompromi dengan nilai-nilai lingkungan yang ada dan meletakkan masalah dalam pikiran, bukan dalam perasaan untuk mereka yang melankolis idealis. Selamat berjuang para idealis untuk mengkomunikasikan nilai ideal dengan cara yang anggun dan menyenangkan.
21 Juni 2013
Salam Pembelajar
Onish Suhardiyanti Endi Akhsani
Selasa, 11 Juni 2013
Sekilas “I am Australian”
Sekilas “I am
Australian”
Beberapa lama
sudah saya tinggal di Australia, tapi tidak banyak yang saya share di blog ini
tentang Australia. Saya ingin sedikit berbagi sebuah lagu tentang Australia
yang istimewa banget buat saya. Bukan sekedar lagu biasa, lagu ini menanamkan
nilai kebanggan atas jatidirinya.
Penduduk asli
Australia adalah aborigin, masyarakat Indonesia yang pernah bersekolah tentu
tahu tentang itu. Hal lain baru saya ketahui bahwa dahulunya negara Australia
ini adalah negara tempat buangan para narapidana Australia. Tapi jangan
berhenti dari sini saja, mereka berkembang semakin “wise”, toleran, egaliter
dan sangat menghargai hak-hak person. Keberagaman latar belakang dari beragam
dunia membuatnya menjadi miniatur dunia untuk saya belajar. Lagu yang saya
maksud adalah sbb:
“I am Australian/ We are Australian”
I came from the dream-time, from the
dusty red soil plains
I am the ancient heart, the keeper of the
flame.
I stood upon the rocky shore, I watched
the tall ships come.
For forty thousand years I’ve been the
first Australian.
We are one, but we are many
And from all the lands on earth we come
We share a dream and sing with one voice:
I am, you are, we are Australian
I came upon the prison ship, bowed down
by iron chains.
I cleared the land, endured the lash and
waited for the rains.
I’m a settler, I’m a farmer’s wife on a
dry and barren run
A convict then a free man, I became
Australian.
We are one, but we are many
And from all the lands on earth we come
We share a dream and sing with one voice:
I am, you are, we are Australian
I’m the daughter of a digger who sought
the mother lode
The girl became a woman on the long and
dusty road
I’m a child of the depression, I saw the
good times come
I’m a bushy, I’m a battler, I am
Australian
We are one, but we are many
And from all the lands on earth we come
We share a dream and sing with one voice:
I am, you are, we are Australian
I’m a teller of stories, I’m a singer of
songs
I am Albert Namatjira, I paint the
ghostly gums
I am Clancy on his horse, I’m Ned Kelly
on the run
I’m the one who waltzed Matilda, I am
Australian
We are one, but we are many
And from all the lands on earth we come
We share a dream and sing with one voice:
I am, you are, we are Australian
I’m the hot wind from the desert, I’m the
black soil of the plains
I’m the mountains and the valleys, I’m
the drought and flooding rains
I am the rock, I am the sky, the rivers
when they run
The spirit of this great land, I am
Australian
We are one, but we are many
And from all the lands on earth we come
We share a dream and sing with one voice:
I am, you are, we are Australian
I am, you are, we are Australian.
We are one .. We are many .. We are
Australian!
Lagunya bisa menyentuh banget. Memahami dan mengakui darimana
mereka berasal tapi komitmen berpegang untuk membangun negara yang
berlatarbelakang keberagaman.
Saya sempatkan untuk mentransletkannya untuk yang ingin baca
dari bahasa Indonesia. Sayangnya, ketika ditranslet, tidak bisa menggantikan “feel”
atau makna syair aslinya. Maaf. :p
“Saya
orang Australia/ Kami orang Australia”
Aku datang dari mimpi-waktu, dari dataran
berdebu tanah merah
Aku jantung kuno, penjaga api.
Aku berdiri di atas pantai berbatu, saya
melihat kapal-kapal tinggi datang.
Selama empat puluh ribu tahun aku sudah
menjadi Australia pertama.
Kami adalah salah satu, tetapi kita
banyak
Dan dari seluruh daratan di bumi kita
datang
Kami berbagi mimpi dan bernyanyi dengan
satu suara:
Saya, Anda, kita Australia
Aku datang atas kapal penjara, sujud
dengan rantai besi.
Aku membuka lahan, mengalami cambukan dan
menunggu hujan.
Aku pemukim, aku istri petani pada lari
kering dan tandus
Terpidana maka orang bebas, saya menjadi
Australia.
Kami adalah salah satu, tetapi kita
banyak
Dan dari seluruh daratan di bumi kita
datang
Kami berbagi mimpi dan bernyanyi dengan
satu suara:
Saya, Anda, kita Australia
Aku putri seorang penggali yang meminta
ibu lapisan
Gadis itu menjadi seorang wanita di jalan
panjang dan berdebu
Aku anak dari depresi, aku melihat waktu
yang baik datang
Aku lebat, aku petarung, saya Australia
Kami adalah salah satu, tetapi kita
banyak
Dan dari seluruh daratan di bumi kita
datang
Kami berbagi mimpi dan bernyanyi dengan
satu suara:
Saya, Anda, kita Australia
Aku seorang pembaca cerita, aku penyanyi
lagu
Saya Albert Namatjira, saya melukis gusi
hantu
Saya Clancy di atas kudanya, aku Ned
Kelly dalam pelarian
Aku orang yang melenggang Matilda, saya
Australia
Kami adalah salah satu, tetapi kita
banyak
Dan dari seluruh daratan di bumi kita
datang
Kami berbagi mimpi dan bernyanyi dengan
satu suara:
Saya, Anda, kita Australia
Aku angin panas dari padang gurun, aku
tanah hitam dari dataran
Aku pegunungan dan lembah, aku kekeringan
dan banjir hujan
Aku batu, saya langit, sungai ketika
mereka menjalankan
Semangat negeri ini besar, saya Australia
Kami adalah salah satu, tetapi kita
banyak
Dan dari seluruh daratan di bumi kita
datang
Kami berbagi mimpi dan bernyanyi dengan
satu suara:
Saya, Anda, kita Australia
Saya, Anda, kita Australia.
Kami adalah salah satu .. Kami banyak ..
Kami adalah Australia!
Demikian sekilas lagu yang penuh makna itu. Sayang transletan
google tidak terlalu bagus dan saya hanya bisa mengeditnya sedikit. Moga lain
waktu bisa saya sempurnakan. Oya, saya beri link lagu di Youtube nya ya. Semoga
lebih terasa jiwa nasionalisme dari mereka.
Silakan dinikmati dan dihayati. hehe
Salam pembelajar
Onish Suhardiyanti Endi Akhsani
Having Children while Young
Having
Children while Young
Some couples choose to have
babies between their 20’s to 30’s, others wait much longer until 40's or later. Many
people say that being a parent is a full time job that needs extra energy and
patience. Because childhood is the best time of life, young parents want to
give their young energy to bring up their children. However, having children
early has advantages and disadvantages.
(photo: internet)
On the plus side, young parents
have full energy to for bringing up their children. For instance, they can play
together with kids even when the activities are very hard such as running and
playing basketball. Another point is that when the child grows up, parents are
still young and remember their own teenage years. It’s very helpful to know
them and become the best friend for their children. The other positive aspect
is usually men as the husbands will be more serious to work. It is an
encouragement for them because they must give financial support for the kids.
The most important thing is the risk of pregnancy for a young woman is smaller than
an older one. Research shows that having a baby in the old age is riskier to
failure or illness such as premature birth and Down syndrome. Otherwise, women who get pregnant at a young age can detect health problems
early so they can be treated sooner.
However, there are also
disadvantages. One disadvantage is that the young parents don’t have enough
experiences to raise their kids. In fact, raising kids requires various knowledge
and a lot of patience. It is not easy! Young parents need to look for more
information and seek a consultant to help them if they get serious problem. Moreover,
they must put their children as their top priority and spend most of their time
nurturing them. This means that they will lose their free time to do what they
want. Last of all, young parents might not have enough money to fund their children,
so some couples choose to be parents after settle their careers have finished and
have plenty of saving.
In conclusion, there are pros and
cons to having children while young. However, children are from God. Human can
only make plans and take the best available choice for them. Although some
couples may think that to be a parent in young age is not easy, I think it is
depend on each person condition and their preparation.
(photo: internet)
I’m pregnant
in young age now. My husband and I prepare the knowledge to raise our baby. We
learn from friends who already have kids and read about parenting too. We also join parent communities to
discuss about the best parenting way. Of course, we also have to save our money
to the baby’s future.
J
Senin, 10 Juni 2013
My Favourite
Painting
Starry Night by Vincent van Gogh
is a really unique painting for me. Although Van Gogh sold only one painting in
his life, after his death, his works worldwide and inspire. Starry Night is one
of the most well-known images in modern culture as well as being one of the
most replicated. It is absolutely indicate that Starry Night is an amazing
painting.
Since first I saw this painting
while listening to the song “Vincent (Starry, Starry Night)” by Don McLean,
comes a sense of awe at this painting. I can catch how the artist tries to
express his feelings through this masterpiece.
In the foreground and the centre
of the painting, there is the night sky filled with swirl clouds, stars ablaze
and a bright crescent moon. I can feel something wonderful in this sky.
Below of the horizon there is a
simple small town. There is a peaceful but mysterious essences flowing from the
structures and the dark colours.
In the left of the painting there
is a dark structure that make more curious about this painting. This structure
is a highest building than other objects in the painting. The curving lines
made as if connecting between the sky and the land. This structure also allows
everyone to interpret what it is.
This painting made as if invited
us to make own personal interpretation about the meaning of the piece. Although
we may never know how Vincent himself truly felt about his painting.
Let’s enjoy this painting:
http://www.artcyclopedia.com/artists/van_gogh_vincent.html
Rabu, 27 Februari 2013
Inspirasi dari keluarga, untukku siang ini
Hari ini mau mengabari orang
rumah di Surabaya untuk siap-siap nerima pengiriman bpaket buku bantuan
berbahasa inggris dari Australia.
Temen-temen Educare sudah siap
dengan segala persiapannya untuk mengangkut dan mengalokasikan buku pada yang
benar2 butuh dan bisa memaksimalkan manfaatnya.
Telpon pun mulai menyambung. Tak
lama kemudian suara agak serak dan besar dari seorang lelaki menyapa. “Selamat
Pagi”. Agak besar dan seperti serius dikantor-kantor mirip suara pak polisi.
Agak kaget, aq jawab, “Selamat
pagi” lalu q lanjutkan “assalamu’alaikum pap”. Aq tau itu suara papa mertuaku.
“Pap, koq suaranya serius dan serem gitu? Hehehe” Smbil cekikikan dibalas
cekikikan pula dari seberang telepon sana. Papa mertuaku ketawa dan menyahut
“Iya Nis, pap kira tadi itu petugas tagih hutang. Hahahahaha”. Kami pun tertawa
bersama lagi.
Maklumlah, sekarang rumah mertua
kami jadi kantor BMT Lazuardi. BMT yang pap dan aq dirikan untuk memberdayakan
masyarakat sekitar Dukuh Pakis di Surabaya.
Singkat kata, obrolan berlanjut
tentang laporanku terkait proses pengiriman buku yang hari ini atau besok telah
sampai ke Surabaya dan telah siapnya tim Educare untuk masalah transport hingga
pembiayaan.
Obrolan bisa sangat lama dan seru
kalau sama mertuaku. Aku memiliki ketertarikan tinggi dengan idealisme serta
cerita-cerita seru beliau yang penuh hikmah dan pelajaran hakikat.
Menelpon pap siang ini sangat
menghiburku. Pap menceritakan beberapa perkembangan yang membuatku semakin
sangat bersyukur.
1. Koperasi
syariah di rumah itu semakin hidup dan perputarannya bagus karena masyarakatnya
udah mulai sadar bahwa koperasi yang kami dirikan itu memiliki tujuan mendidik
dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama para pedagang yang jadi
korban rentenir
2. Masyarakat
anggota koperasi mulai sadar bahwa keluargga kami membangun koperasi itu
bersusah payah demi mereka sehingga mereka tertib dalam membayar dan menabung.
3. Kebanyakan
nasabah koperasi Lazuardi adalah pedagang kaki lima, warung-warung dan toko2
kecil serta kalangan menengah bawah yang mana oleh pap diberdayakan agar
terlepas dari ketergantungan pada rentenir. (Sekedar cerita singkat, sejarah
pendirian koperasi kami sangat dilatarbelakangi banyaknya keluhan mereka yang
terjerat bunga berlipat rentenir hingga menyeret harta, tanah serta mengusir
mereka dari rumah mereka.)
Pokoknya, saya
merelakan uang hasil kerja saya di Australia untuk mendirikan koperasi
tersebut, semua demi melawan Kejamnya Rentenir!!!! Alhamdulillah niat itu
bersambut oleh pengalaman pap membesarkan koperasi di perusahaannya dulu. Papa
memang teges dan memegang teguh prinsip. Hasilnya, koperasi berkembang walau
pap tidak mengambil gaji dan merelakan rumah bagian depan yang biasanya
dikontrakkan, kini secara gratis dipakai sebagai kantor BMT Lazuardi.
4. Kabar
tentang les gratis yang akan disediakan masjid bekerjasama dengan pengajar
Educare akan diobrolin pap dengan pengajar2 ketika bersamaan mengantar buku2 di
Dukuh Pakis. Bismillah semoga semua lancer…. Aaamiiin Ya Robb,….
(Ini kegiatan
karena terdorong melihat kebutuhan anak2 dari keluarga kurang mampu di sebelah
perumahan tempat tinggal kami yang dulu les gratis di tempat saya, dan
kesulitan mendapat les yang murah apalagi gratis seperti yang saya lakukan
sebelum aku berangkat ke Oztrali dulu. Alhamdulillah masjid binaan pap sangat
semakin besar sosial manfaatnya selain mengadakan pasar murah, bantuan orang
miskin hingga anak yatim juga memeiliki berbagai kegiatan yang sangat membantu
masyarakat.
5. Kabar
bagus selanjutnya adalah masjid yang selama ini diperjuangkan pap mulai dari
perencanaan, penentuan segala keputusan, pencarian dana, pelaksanaan,
pembangunan hingga pengawasan itu ternyata sudah mulai menaikkan kubahnya.
(Maklum, dulu slalu mengamati bagaimana pap berjuang sana sini, kepontang
panting, mondar mandir dan berjuang terus untuk keberhasilan Perluasan Masjid
dan membangun lantai 2 masjid yang memang sangat perlu dilakukan karena sangat
full ketika dipakai jumatan itu.
Hmmmh, jadi
pengen cerita beberapa hal bersejarah tentang masjid ini di tangan pap sebagai
pengawas masjid ini. Pap adalah pembongkar kasus2 korupsi pengurus masjid.
(Jangan kaget kalo di masjid ternyata ada korupsi, sama kayak di partai2 dan DPR) hehehe
Bagaimana pap
bisa membongkarnya?
Maklum, pap
sebagai pengawas yang keliatan polos tapi sebenarnya sadis kalau sama penjahat2
yang mendzalimi masyarakat. Alhamdulillah,… kesabaran dan kekonsistenan pap
menjaga prinsip dengan gaya “Batak”nya slalu muncul kalau melihat hal gak bener
di masyarakat, apalagi masjid. Semua menghasilkan keakuntabilitasan masjid
sekarang.
(Pernah ada
kejadian seru di masjid ketika pap membuka gudang masjid yang slama ini dikunci
oleh pengurus. Alangkah kagetnya pap, menumpuk sarung2 dan bingkisan lebaran
serta sumbangan2 bulan ramadhan di dalam gudang tersebut. Pap pun bentak2 sana
sini dan menyuruh mengeluarkan smua yang ada di dalam. Sidang pun terjadi dan
pap menyuruh semua disebarkan ke masyarakat yang membutuhkan.
Hmmh,…
Astaghfirullah… itu hanya satu cerita lho, aku sering sekali mendapat cerita
bahwa pap menggagalkan banyak niat jahat pengurus masjid.
Naudzubillah…
koq ya berani2nya seh berbuat dosa di masjid apalagi dah dipercaya msyarakat
mengurus rumah ibadah. Koq ya gak sadar dilihat dan diawasi Allah. Hmmmh,..
Alhamdulillah,
sekarang semua banyak yang tobat dan mulai lurus serta sadar manfaat ketegasan
pap, walau awalnya pernah sangat membenci pap karena mengacau kejahatan mereka.
Hehehehe
Alhamdulillah,…
Aq bersyukur banget berada diantara orang2 yang lurus dan tegas.
Moga Engkau
karuniakan kami kemampuan untuk slalu istiqomah di jalanMu ya Allah,…
Wah,… banyak
sekali cerita yang jadi ingin aku cuap-cuapkan, tapi apa daya ada tanggungjawab
dari suami untuk untuk bantu dia entri data. Maklum, istri seorang ekonom harus
bisa bantu2 suami. Hehehehe
Semangat!!!
Trimakasih pap
atas semua inspirasinya.
Siang ini
semakin bersemangat meneladani Rosulullah
Bismillah….
Perth, 28
Februari 2013
Semangat
Pembelajar!!!
Jumat, 04 Januari 2013
Pentingnya Membuat Curriculum Vitae Sejak Muda
Tulisan ini
sedikit banyak dipengaruhi latar belakang dan curhat dari teman serta
masyarakat sekitar, baik dunia nyata maupun dunia maya. Saya menyarankan, sejak
kecil kita telah punya rekam jejak apa yang telah kita lakukan. Manfaatnya
sangat mendasar hingga berdampak pada masa depan.
Banyak kisah
dan cerita penggalaman berpindah jurusan kuliah, berpindah pekerjaan dari satu
bidang ke bidang lain yang tidak ada hubungan, hingga pengalaman
ketidakpercayadirian banyak dialami masyarakat Indonesia. Bukan karena mereka
suka tantangan, melainkan karena telat menyadari hal yang mereka senangi dan
ingin lakukan.
Suatu cerita,
seorang teman mengeluhkan jurusannya dan hendak pndah jurusan. Tidak lama
kemudian, beberapa senior menceritakan kawan mereka berpindah jurusan karena
merasa salah jurusan dan beberapa yang lain menceritakan ada teman mereka yang mendapat
peringatan Drop Out dari kampus.
Seorang lain
mencurhatkan bagaimana drinya merasa kurang memiliki keahlian yang mana membuat
dirinya tidak mudah mendapat pekerjaan. Beberapa teman dan senior sampai beberapa kali
harus menghabiskan waktu yang lama untuk mendapat pekerjaan, walau hanya demi
untuk pendapatan untuk biaya kehidupan.
Pengalaman
bermasalah dengan perasaan tidak merasa nyaman dengan pilihan yang diambil atau
jurusan bersekolah bukanlah cerita isapan jempol karena secarra nyata hal itu
banyak dan menjamur dalam kehidupan sosial masyarakat. Belum lagi nilai di
masyarakat yang bersekolah karena gengsi atau disuruh orangtua yang mana
menunjukkan sekali bahwa mereka tidak menikmati yang mereka jalani. Masalah
tersebut ada di tingkat sekolah, jurusan, kuliah, pekerjaan, hingga pada
tingkat bersosial di masyarakat yang mana akhirnya malah membangun sugesti diri
yang negatif. Akibat lanjut yang mucul adalah hilangnya potensi diri, ledakan
kegalauan dan maraknya kejahatan sosial karena merasa tidak diterima atau
keputusasaan.
Tidak hanya
secara institusi, bahkan secara mental, membuat kebanyakan para lulusan SMU dan
universitas mengalami ketidak seimbangan emosi karena tidak tau arah potensi
mereka harus dikembangkan. Sosial media
pun melahirkan istilah “galau” sebagai bentuk maraknya kegalauan sosial di
masyarakat.
Membuat CV
untuk anak kecil atau pada usia muda mungkin tampak aneh, tapi kenapa harus
menunggu mencari pekerjaan baru membuat CV. Belum lagi, CV yang akan digunakan
untuk mendaftar pekerjaan tersebut belum tentu menggambarkan jati diri kita
yang sebenarnya. Akibat buruknya tentu menjadikan diri sendiri tidak bekerja
sesuai karir yang diinginkan.
Analisa dan
beberapa pertimbangan terkait saran segera mengawali membuat CV adalah
mengamati begitu banyak manfaat yang bisa diambil dari hal sepela yang bermakna
besar tersebut. Beberapa manfaat membuat CV antara lain:
1. Proses
mengenali diri
Proses
menuliskan semua identitas diri, pengalaman organisasi, lomba, kompetisi,
seminar, kepanitiaan, training hingga komunitas yang diikuti menjadikan
pemahaman diri siapakah diri kita dan dimana diri kita berada selama ini.
2. Membuat
diri lebih percaya diri
Menulis semua
sepak terjang yang dialami menjadikan diri lebih bersemangat, maka yang terjadi
secara bawah sadar, kita bisa memahami bahwa banyak hal yang dimiliki dan masih
banyak hal yang bisa dikembangkan dari diri. Paling tidak, ada kebanggaan yang
dimiliki bahwa semalam ini memiliki pengalaman, lingkungan dan pertemanan yang
berharga dalam hidup.
3. Mengetahui
passion-nya/bidang yang paling
menarik untuknya
Menuliskan jejak
langkah selama ini dalam CV dapat membuat seseorang menyadari passion atau bidang yang paling mereka
senangi. Misal seorang yang rajin ikut lomba fotografi ternyata menyenangi
karir di bidang itu, suka menulis, ikut pecinta alam atau segala aktivitas yang
sering diikuti merupakan salah satu tanda arah bidang yang paling disenangi.
Semakin memahami hal yang paling menarik untuknya, maka samakin banyak langkah
fokus kea rah sana dan semakin meruncinglah pengalaman dan kemampuan di bidang
yang disenangi tersebut yang mana akhirnya berdampak pada masa depan karirnya.
Selamat menemukan dan hidup dengan passion-mu!
4. Bisa
mengarahkan ledakan energi mudanya kearah pengembangan diri
5. Meningkatkan
pemanfaatan waktu karena telah mengetahui bidang apa dari dalam diri yang perlu
dikembangkan
6. Tidak
perlu mengalami salah jurusan ketika berskolah ke tahap selanjutnya
7. Mempermudah
proses pencatatan keaktifan baik secara akademis, organisasi hingga sosial
8. Sarana
intropeksi diri atas proses-proses belajar dan hidup di masa-masa lalu
9. Sarana
memotivasi diri untuk lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya
10. Mempermudah
diri ketika hendak mengikuti program-program beasiswa, pertukaran pelajar,
lomba, menulis buku,hingga aktivitas lain seperti magang dan mencari pekerjaan
yang membutuhkan data pribadi
11. Bisa
mengukur kemampuan dan sejauh apa upaya dalam mengembangkan potensi
12. Memiliki
tujuan hidup yang lebih jelas dan terarah
13. Memiliki
semangat berkumpul dengan komunitas yang se-visi
14. Memiliki
komunitas dan teman yang tepat untuk saling memotivasi, mendukung dan memberi
masukan untuk pengembangan diri
15. Penghematan
biaya
16. Alat
ukur mengetahui kurang lebih diri dan sisi mana yang perlu lebih dikembangkan
17. Salah
satu cara mengevaluasi proses belajar dan perjalanan kehidupan
18. Bahan
untuk membuat perencanaan kehidupan selanjutnya
19. Memelihara
kualitas waktu sehingga produktif berprestasi dan berkarya
20. Terhindar
dari hal-hal negative dari kesalahan pergaulan atau kegiatan-kegiatan yang
tidak manfaat untuk masa depan
21. Semakin
banyak generasi muda yang aktif dan produktif mengembangkan potensinya sehingga
lebih hebatlah potensi-potensi luar biasa Indonesia
Banyak anak
yang tidak tau mau melanjutkan kemana setelah lulus sekolah atau kuliah, bisa jadi
hal tersebut membuat redup potensi atau terbuangnya waktu sia-sia untuk
melakukan kegiatan yang tidak berkesinambungan dengan masa depannya. Menuliskan
CV membuat diri paham tentang diri sendiri dan tau kemana arah berlari dan
membesarkan potensi diri. Seseorang yang telah tau potensi dan hal yang
disenanginya serta tau peluang yang bisa diambil di masa depan dengan
kemampuannya, maka yang lahir adalah pengembangan diri yang maksmimal.
Demikian
analisa dan beberapa bahasan tentang manfaat hal sederhana tapi penuh makna
yang ternyata selain menghindarkan dari hal-hal negative dan mengatasi masalah,
juga menjadikan lebih hebat semua potensi masing-masing. Membiasakan hal kecil
yang bermanfaat sangat berarti meski dianggap hal sepele. Tetap fokus dan
konsisten dengan hal sederhana yang yang penuh manfaat.
Salam
Pembelajar
Onish Akhsani
Minggu, 16 Desember 2012
Makna Nilai Jempol
Setelah sholat, hampir selalu ada
saja pikiran-pikiran yang membayang. Kali ini pikiran melayang pada topik
tentang "proses belajar". Saya teringat pada salah satu kegiatan rutin
saya di Surabaya sebelum berangkat ke Autralia. Saya teringat proses belajar
yang lakukan bersama mereka dan membangun mental penghargaan pada “proses
belajar”. Selain kegiatan belajar di organisasi Educare, saya mempersilakan anak-anak kecil kampung
sebelah yang sering main di lapangan depan rumah untuk ikut belajar gratis di
tempat tinggal saya di Surabaya. Mereka
saat itu berumur sekitar 7-12 tahun dan masih kelas satu Sekolah Dasar
(SD).
Saat paling berkesan untuk saya
adalah ketika salah satu dari 10 anak yang belajar di kelas jam kedua setelah anak
kelas 6. Mereka paling sering mencuri hati saya dan membuat saya gemas dengan
keanehan-anehan seru yang mereka ciptakan untuk saya. Salah satu yang sangat
berkesan dari mereka adalah ketika beberapa hari pasca awal kelas gratis baru
dimulai.
Sekilas saya ceritakan, bahwa kelas
belajar itu untuk bermain dan belajar sekaligus belajar yang serunya seperti
bermain. Anak-anak itu semangat dating bukan datang untuk belajar, mereka
datang untuk bermain dengan saya. Ya walaupun orangtua mereka selalu bilang “les”
dan belajar, tapi sebenarnya mereka bermain yang penuh pelajaran. Hehehe
Intinya, saya mengajak mereka bermain sambil belajar dan belajar sambil
bermain. Cara saya yang sebenarnya adalah metode belajar yang seperti bermain
padahal saya masukkan ke pikiran mereka tanpa mereka sadari. Mereka senang, tak
perlu dapat nilai, tidak perlu minder, hanya perlu bermain jujur dan mengikuti
aturan main di tempat belajar gratis di rumah saya.
Saya pernah bilang ke mereka “Anak
baik pasti bersikap baik dan tidak menyakit hati oranglain”. Saya menunjukkan
ketidaksukaan saya pada anak yang suka mengolok-olok temannya. Mereka pun
sedikit banyak terpengaruh dan mulai ajaib bersikap baik dibanding pertama kali
saya bertemu dengan mereka. Mereka yang sebelumnya kasar, pukul pukulan, ejek
mengejek, bicara kotor “misuh”, dll. Pastinya mirislah sejak dulu ternyata
masih menjamur dan tak pernah hilang virus penyakit itu. Terpenting proses
belajar menjadi anak yang lebih mengerti dan baik pada temannya sudah mulai
muncul.
Oke, cerita saya mengarah pada salah
seorang dari anak-anak tadi. Teman-temannya bilang dia anak yang nakal dan
kasar. Memang sedikit kelihatan kasar dengan badannya yang kekar, kulit
kecoklatan dan berotot kuat, tapi dia jujur, dan lembut pada saya bahkan manja seperti
pada kakaknya sendiri. Ada awal cerita sebelum akhirnya dia menjadi akrab dan
suka curhat pada saya.
Suatu hari saat kegiatan belajar
awal-awal dimulai, dia menyembunyikan buku tulisnya. Nampaknya dia tidak mau
menunjukkan nilainya dari sekolah pada siapapun. Saat itu, dia pun tidak mau
menunjukkannya pada saya. Tapi saya pun pura-pura tidak penasaran dengan
bersikap serius mendengarkan celotehnya yang panjang. Tak lama saya pun mulai bercerita pada
anak-anak disana sambil melirik anak tadi yang duduk menempel pada saya. Saya
bercerita sesuatu sambil menyelipkan suatu kalimat penting pada mereka.
"Mbak Onish tu paling seneng sama anak yang semangat belajar dan jujur
walau nilainya jelek. Yang paling penting adalah selalu berusaha dan jujur".
Saya pertegas lagi. "Belajar itu dari yang gak bisa jadi bisa, dari yang
jelek jadi baik, dan yang baik jadi semakin baik". Kalimat itu ternyata
ampuh, anak-anak mulai mendekat lagi pada saya dan mulai semakin bersemangat
untuk belajar.
Tiba-tiba anak bertubuh kekar tadi
tiba-tiba menunjukkan nilai-nilai di buku matematika miliknya yang dari tadi
dia tutupi. Tampak nilai 20 di lembar pertama. Selanjutnya 30, 50 dan kembali
30 serta angka lain yang mengecewakan untuk yang melihatnya. Saya tanya
"ini ngerjakan sendiri semua kah sayang?" dengan lembut saya mencoba
mengintrogasinya. Awalnya anak itu mau berbohong tapi lekas-lekas dia sendiri
mencoba meralatnya. "Kerja sendr,… eh ada yang nyontek, tapi ada yang
ngerjain sendiri". Sambil meringgis menunjukkan rasa malunya.
Teman-temannya sudah tidak ada yang
mengejek dengan nilai anak itu, tentu saja karena saya telah bilang bahwa saya
tidak suka dengan sikap anak yang menyakiti hati anak lain. Semua harus saling
mendukung dan menyemangati temannya untuk semangat belajar. Hasilnya saat
moment itu, semua anak menahan untuk tidak mengejek. Bahkan mereka banyak
menceletuk “Wah kok jujur kamu?” Lalu ada yang lain juga mengomentari “Yang
penting jujur ya mbak Onish?” Anak perempuan tomboy pun menimpali “Lho kan
bener harus jujur ya mbak Onish?”
Segera saya ikut menanggapinya
"Wah keren deh udah berani cerita jujur ke mbak Onish. Hebat. Mbak seneng
deh". Anak itu pun makin heboh menunjukkan nilai-nilanya mana saja yang
contekan dan mana yang dia kerjakan sendiri. Penuh semangat. Tiba-tiba dia
bertanya "Harus jujur ya mbak?". Saya memandangnya tajam dan
tersenyum sambil menjawabnya dengan mantap. "Iya. Sangat baik kalau jujur dan
berusaha". Dia pun tersenyum lalu meminta diajari cara mengerjakan soal
yang dia dapat angka jelek.
Ternyata semua anak pun minta
untuk mengerjakan soal yang mereka dapat nilai jelek. Penjelasan yang penuh
semangat dan keceriaan saya membuat mereka ikut bersemangat. Mereka bergegas
mengerjakan soal-soal dari sekolah tadi. Sejenis remidi atau mengerjakan ulang.
Sebelumnya, saya sempat memberi sedikit penjelasan pada mereka dengan memahamkan
dan menganalogikan menggunakan mainan atau cara tertentu yang mereka senang dan
sederhana.
Setiap anak mengumpulkan hasilnya
pada saya satu persatu dengan mengetahui mana soal yang masih salah. Mereka
meminta nilai angka pada saya. Mereka bilang biar kayak di sekolah. Saya pun
menjawab dengan senyum dan hanya bilang “Benarkan dulu jawaban yang masih belum
pas, nanti baru dapat nilainya”. Mereka pun satu persatu mengerjakan lagi
hingga benar semua.
Saat semua sudah benar, salah satu
anak yang paling dahulu menyelesaikan dengan jawaban benar mendapat nilai
pertama dari saya. Saya beri nilai “gambar Jempol”. Dia pun tertawa dan bilang,
“Mbak Onish bisa nggambar jempol. Bagus. Asyik aku dapat jempol”. Dia melonjak
kegirangan dan menarik perhatian semua anak yang kemudian mengerumuni melihat
gambar jempol yang saya berikan pada lembar anak tadi.
Mereka tertawa dan segera kembali ke
soal masing-masing karena tertantang untuk segera dapat jempol dari saya. Layaknya
olimpiade atau lomba cerdas cermat, mereka berlomba untuk segera cepat bisa
menjawab dengan tepat soal di depan mereka. Saking semangatnya, mereka yang
awal datang sering merasa terganggu dengan anak-anak lain di taman luar pun
mulai tak memperdulikan lagi anak-anak nakal yang berlalu lalang mencoba
memanggil dan mengganggu mereka. Proses belajar hari itu cukup memuaskan dan
mereka meminta nanti malamnya untuk belajar di rumah saya lagi. Buru-buru saya
mengatakan bahwa malam hari jadwal saya untuk belajar. Mereka pun paham dan
memastikan besok saya siap mereka datangi lagi. Kegiatan belajar dan bermain
pun berjalan dan makin meluas hingga saat saya harus membubarkannya karena
berangkat ke Australia.
Cara apresiasi dengan jempol yang
saya lakukan itu membuat anak-anak lebih percaya diri. Tampak sekali perubahan
ekspresi dan semangat belajar mereka. Semua sudah mengerjakan, sudah belajar,
sudah bermain, sudah mengerti letak kesalahan dalam mengerjakan soal, sudah
lebih semangat belajar, sudah lebih baik dalam bersikap dan lebih jujur. Proses
yang kemudian mereka ingat ketika bertemu dengan saya, bahwa beberapa hal itu
tadi adalah prinsip kalau belajar di rumah mbak Onish.
Selama proses hingga sebelum pulang,
saya pastikan saya tidak memberi nilai angka kepada mereka. Saya upayakan agar
mereka tidak perlu melihat angka yang memalukan atau menakutkan untuk mengukur
hasil belajar mereka yang tentu belum bagus karena baru belajar. Saya memberi
jempol pada mereka karena mereka memang patut diapresiasi karena telah berusaha
mengerjakan dan terus menyempurnakan jawaban hingga mendapat jawaban yang
tepat. Proses belajar itulah yang paling saya jadikan prinsip penting dalam
belajar yang saya lakukan ataupun menemani anak-anak kecil belajar.
Masa itu tak kan terlupakan untuk saya
pribadi. Saya mengajar sambil belajar dan terus berusaha untuk mengapresiasi
anak-anak dengan cara yang lebih baik. Bukan dari hal materi, bukan sembarang
mengumbar pujian, tapi apresiasi sesuai yang mereka butuhkan saat usia-usia
pembentukan pribadi mereka. Apresiasi untuk memotivasi belajar.
Salam Pembelajar
Onish Akhsani
Langganan:
Postingan (Atom)



